Adakalanya seseorang merasa sulit rezeki nya, bertahun-tahun tidak mendapat penghasilan padahal telah berusaha, ada yang mencari pekerjaan namun selalu ditolak, ada yang mencoba buka usaha namun selalu rugi atau bahkan ada yang tidak memiliki keturunan. Bisa jadi itu adalah ujian yang Allah berikan. Namun, jika pernah melakukan perbuatan dosa
Sebab, rezeki tidak akan pernah tertukar. Lantas, bagaimana caranya agar kita senantiasa merasa cukup atas rezeki yang diberikan Allah SWT? Selengkapnya detikKultum Habib Ja'far: Rezeki Tak Pernah Tertukar, Maksimalkan Usaha & Doa tonton DI SINI .
Jangan takut tidak kebagiaan rezeki, walau kini usaha yang kamu geluti banyak meniru, karena Allah tidak pernah salah dalam menakar rezeki setiap hamba-Nya.
Usaha Bisa Ditiru, Tapi Rezeki Tidak Lalu ketika dewasa, berbagai rintangan hidup memaksa diri menafsirkan apa itu makna suratan-Nya. Maka akhirnya dia tersentak dan terenung hingga hatinya berkata, usaha bisa ditiru, tapi rezeki tidak.
Secanggih apapun usaha yang ia tiru darimu, maka selamanya takkan pernah sama dalam mendapat rezeki, karena Allah sudah mengatur rezeki setiap manusia sesuai dengan kadar kebutuhannya. - Boleh Saja Orang Lain Mencontek Dan Memfotocopy Usaha Milikmu, Tetapi Ingatlah Bahwa Allah Yang Mengatur Rezekimu
Tidak Semua Hasil Usaha dapat Disebut Sebagai Rezeki. Lalu, apa kah semua hasil usaha bisa disebut sebagai rezeki? Jawabannya adalah b elum tentu. Mungkin sebagian orang akan bertanya-tanya, "Mengapa demikian?" Hal tersebut menurut Ibnu Kholdun, dalam kitab Muqoddimah-nya (hal. 685), karena suatu hasil usaha dapat disebut sebagai rezeki
Namun, masih banyak orang salah memahami konsep rezeki dalam Islam. Pakar Ekonomi Islam, Ustaz Dwi Condro Triono mengatakan, rezeki bukanlah kepemilikan atau tidak sama dengan kepemilikan. Rezeki merupakan anugerah yang harus dipahami sebagai pemberian dari Allah SWT. Rezeki bisa didapatkan dua jalan, yakni dengan cara halal dan haram.
Melainkan, rezeki itu datang kepadanya dengan cara yang tidak terduga. Bukan Sebab Rezeki. Usaha bukanlah sebab diperolehnya rezeki, karena adanya sebab pasti disertai akibat. Kita, bisa menyaksikan ada orang yang diberi rezeki tanpa proses ikhtiar. Maka, ini berarti menegaskan bahwa usaha bukan sebab diperolehnya rezeki.
Usaha atau pekerjaan bisa ditiru, tapi rejeki tidak bisa ditiru. Mendirikan usaha ataupun bekerja adalah bentuk ikhtiar kita, sedang rejeki adalah wilayah-Nya. Ada kadarnya tersendiri, Allah telah menetapkannya untuk kita dan yang pasti rejeki kita tak sama walau usaha atau pekerjaan kita sama.
Jawabannya, Allah 'azza wa jalla ar-Razzaq, Dzat yang memberikan rezeki dan membagi-baginya di antara para hamba-Nya, memiliki hikmah yang tinggi dalam penciptaan, dalam melapangkan dan menyempitkan rezeki para hamba-Nya. Dia memiliki hikmah yang agung dalam hukum dan penetapan syariat.
RmGUjT.