Pengurusanizin usaha penyelenggaraan umrah dan haji khusus tidak lagi melalui Kementerian Agama (Kemenag), tapi melalui Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM. Padamulanya modal awal yang digelontorkan oleh Anna dalam membuka bisnis travel haji dan umroh sekitar Rp 40 juta. Dengan bekal modal sebesar itu, ia menyewa lokasi usaha strategis di daerah Jakarta Pusat tepatnya jalan Wahid Hasyim, membiayai operasional usaha sehari-hari, mengurus perizinan travel umroh dan haji dan membeli sistem. BisnisModal Kecil Biro Haji & Umrah baru-baru ini menjadi idola para bapak-bapak. Bisnis ini digadang-gadang dapat mengantarkan kesuksesan. Modal yang paling besar ketika membuka usaha (pada awal) adalah kerja keras dan ketekunan serta tidak takut dalam mengambil resiko yang ada. Usaha modal kecil ini sering kali dianggap remeh oleh Berapamodal awalmu membuka usaha dan bisakah kamu ceritakan kelangsungan usahamu saat ini? angkringan (2017) modal 5 juta tutup bangkrut. kini chese tea (2019) modal 6 juta bangkrut roti bakar (2019 akhir - 2020 pertengahan) tutup warkop mettro (2020) 35 juta, 25 juta hutang bank dan 10 juta uang tabungan. PinjamanModal Usaha Puluhan.bahkan Ratusan Juta. Dengan Rp 225.000,- Anda Tidak perlu Pusing-pusing ataupun melakukan Trial Error, Buang Waktu, Buang Tenaga, Buang Modal ,dll Anda bisa Lebih Fokus pada Usaha Anda Coba Anda Bandingkan pilihan berikut : Investasi Rp. 225.000,- untuk 1 buah E-Book Contoh Proposal Usaha Biro Haji & Umroh Jikamodal awal Anda adalah uang 100 juta, maka tulis modal awal Anda 100 juta. Jika usaha yang hendak dilakukan adalah loundry, maka pada saat anda mendapatkan mesin loundry itulah modal awalnya. Anda hanya perlu melihat kwitansi pembelian untuk melihat angkanya, atau jika itu hibah, maka anda bisa mengira ngira nilainya dengan dasar kewajaran. ModalAwal Franchise Es Teh Poci Untuk peluang usaha Es Teh Poci, kamu dapat memilih paket hemat dan paket reguler. Berdasarkan brosur Es Teh Poci, berikut ini modal yang harus kamu siapkan untuk membeli franchise Teh Poci. ADVERTISEMENT Paket Hemat Menabunguntuk modal usaha dapat dilakukan dengan menyisihkan sebagian dari jumlah pendapatan yang diperoleh. Menabung untuk modal usaha pada umumnya memakan waktu 1-3 tahun jika dilakukan dengan konsisten dan tidak digunakan untuk keperluan lain. ADVERTISEMENT 2. Investasi Investasi merupakan salah satu cara untuk memperoleh modal usaha. RatusanJuta Mengalir dari Bisnis Oleh-oleh Haji Melihat peluang usaha yang besar itu, Eva membuka usahanya sendiri dengan modal sekitar Rp120 juta dari orang tua. Dia menyewa satu ruko di blok F Pasar Tanah Abang dan mengisinya dengan berbagai produk oleh-oleh ibadah haji seperti peci haji, peci songkok, sorban, tasbih, sajadah dan sarung. 1 Modalnyalumayan besar karena harus mempersiapkan banyak hal, di antaranya sebagai berikut. Deposit sedikitnya yang ditentukan oleh Kemenag adalah sebesar Rp 100 juta untuk biro travel umroh, dan Rp 500 rupiah untuk biro travel haji. Sewa daerah usaha, andaikan ruko di daerah strategis Pengadaan perlengkapan kantor MEX1H3. Penasaran bagaimana Usaha Toko Oleh-Oleh Haji Khoir mendapatkan modal sehingga bisa sesukses sekarang? Berikut ini ….Saatnya Belajar Bisnis Kuliner Dari RumahDapatkan Video Membangun Bisnis Kuliner dari Nol, Sekarang!425 Video / Durasi 125025Daftar Sekarang!Biaya MembershipRp / Tahun50+ Pengusaha restoran, café, rumah makan, berbagi tips trik membangun bisnis dari nol untuk Anda! Apakah Anda tertarik dengan bisnis travel umroh dan haji? Tepat sekali, peluang bisnis agen umroh dan haji ini sangat potensial di tengah masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama islam. Setiap tahunnya pasti ada yang melakukan ibadah umroh dan haji. Itulah sebabnya, peluang bisnis umroh dan haji ini semakin tinggi prospek untuk dijalankan. Lalu bagaimana cara menjadi agen travel umroh dan Haji? Simak informasi dari Hinyong berikut ini, mulai dari peluang, syarat, dan tips cara memulai bisnis travel umroh terbaik Seperti yang kita ketahui bahwa mayoritas masyarakat Indonesia adalah agama islam, terlepas dari keinginan mereka untuk beribadah umroh dan haji, namun hal ini bisa jadi indikator yang kuat untuk memulai bisnis travel umroh dan haji. Biasanya, jika tidak beribadah haji, masyarakat Indonesia lebih banyak melakukan ibadah umroh. Kehadiran agen travel umroh dan haji ini bisa jadi solusi terbaik bagi para jamaah untuk menjalankan ibadah. Lalu bagaimana prospek bisnis travel haji dan umroh? Secara garis besar, peluang bisnis agen umroh dan haji memiliki potensi pasar yang sangat besar. Hal ini ditunjukan dari grafik yang terus meningkat dari jamaah yang berangkat ibadah umroh dan haji setiap tahunnya. Bisnis keagenan ini bisa Anda pilih dengan franchise travel umroh dan haji yang menawarkan modal usaha terjangkau. jadi, Anda memiliki kesempatan bagus untuk memperoleh penghasilan sebagai mitra umroh dan haji. Dalam praktiknya, bisnis travel umroh dan haji ini sebenarnya tidak perlu pengalaman atau keahlian khusus. Yang terpenting, Anda memiliki semangat untuk bekerja keras secara cerdas melayani para jamaah untuk beribadah sebaik mungkin. Syarat Membuat Bisnis Travel Umroh dan Haji Meskipun peluang bisnis agen umroh dan haji ini terbilang sangat mudah, namun memulai bisnis ini tidak bisa dilakukan sembarangan. Mengapa demikian? Hal ini karena ada beberapa syarat yang perlu Anda penuhi jikan menjalani franchise travel umroh dan haji ini. Salah satu contoh syarat ini adalah perizinan travel umroh yang berfungsi untuk membuat bisnis Anda legal dan terhindar dari stigma negatif di masyarakat jika bisnis tersebut tidak terpercaya dan ilegal. Berikut ini syarat lengkapnya yang perlu Anda siapkan saat ingin memulai bisnis agen umroh dan haji Mengurus Surat Izin Usaha Perdagangan SIUP Pastikan Anda sudah memiliki NPWP Mengurus Tanda Daftar Perusahaan TDP Mengurus izin biro perjalanan wisata yang diterbitkan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Mengurus Keanggotaan di ASIT Association The Indonesia Tour and Travel Agencies Mengurus keanggotaan di International Air Transportation Association IATA Mengurus izin biro perjalanan haji dan umroh yang resmi dari Kementerian Agama Republik Indonesia Menyetorkan deposit sebesar 100 juta untuk perizinan bisnis travel umroh dan haji Mengurus surat perizinan pendirian travel umroh dan haji Penuhi syarat perizinan travel umroh di atas agar bisnis travel umroh dan haji Anda bisa berkembang lebih baik. Jika syarat di atas sudah terpenuhi semua, maka saatnya menentukan strategi pemasaran dengan tips jitu cara menjadi agen travel umroh dan Haji berikut ini Tips Memulai Bisnis Agen Travel Umroh dan Haji Jika Anda tertarik dengan peluang bisnis agen umroh dan haji ini, maka Anda bisa memulai dengan cara berikut ini Memberi fasilitas terbaik dengan mengutamakan kenyamanan bagi semua calon jamaah. Termasuk dari awal keberangkatan sampai kembali ke Indonesia dengan akomodasi memadai yang jadi kunci utama pelayanan agen perjalanan umroh dan haji Pastikan semua legalitas dan perizinan mendirikan bisnis travel umroh dan haji sudah terselesaikan Mengutamakan kepuasan semua calon jamaah haji ataupun umroh selama kegiatan ibadah dengan memberikan pengalaman yang tidak terlupakan. Hal ini dapat membuat mereka kembali memanfaatkan layanan agen perjalanan umroh dan haji Anda Menjalin kerjasama yang baik dengan muthowif berpengalaman dan terbaik untuk memandu proses ibadah umroh dan haji di tanah suci Menyediakan berbagai menu makanan khas Indonesia untuk alternatif lain bagi para jamaah yang tidak menyukai menu makanan khas timur tengah Pastikan memilih armada yang nyaman untuk mendukung perjalanan ibadah umroh dan haji. Pastikan juga memilih supir orang indonesia karena sopir dari Arab cenderung berkendara dengan ugal-ugalan Memberi penawaran harga yang menarik dan sesuai dengan pelayanan yang diberikan dari awal perjalanan sampai di tanah suci. Jadi, Anda bisa menawarkan harga yang beragam untuk setiap paket pelayanannya Menerapkan strategi pemasaran dengan memanfaatkan berbagai media sosial dan website dengan informasi yang detail tentang penawaran pelayanan perjalanan umroh dan haji Itulah penjelasan dari Hinyong tentang peluang bisnis agen umroh dan haji serta syarat dan tips jitu cara memulainya. Apakah Anda tertarik ini? Lakukan bisnis ini sepenuh hati dengan niat yang baik, yakni beribadah dan membantu orang yang hendak beribadah ke tanah suci. Photo by sandalsponmurah Assalamualaikum. Bisnis Pengadaan Oleh-Oleh dan Perlengkapan Haji Serta Umroh. Dulu waktu resign, saya udah punya bayangan, pengen memulai usaha sendiri di rumah. Cuma waktu itu saya masih belum yakin, jenis usaha apa yang bisa dilakukan di rumah. Banyak sih maunya, ada beberapa gambaran usaha. Namun ternyata hingga sekarang tak ada satu pun yang terwujud. Terbiasa memiliki pemasukan materi tiap bulan, bikin saya enggak mau nganggur di rumah. Anak-anak juga udah besar, ketemunya sore atau malam sepulang dari sekolah dan kampus. Jadi saya memang banyak nganggurnya sepanjang pagi hingga sore hari. Namun saya bersyukur memiliki kegiatan nulis yang bisa menghasilkan uang. Meski begitu saya masih ingin memiliki usaha di luar penghasilan duit dari nulis. Usaha yang bisa dilakukan di rumah dan kelak menjadi sumber penghasilan. Terlebih lagi perempuan mesti berdaya secara ekonomi, meski ada suami yang telah memenuhi kebutuhan keluarga seratus persen. Namanya juga sedia payung sebelum hujan. Kita nggak pernah tahu, masa depan seperti apa yang akan terjadi. Bisa karena suami tak bisa lagi mencukupi nafkah untuk keluarga. Atau bahkan suami meninggal dunia. Karena takdir Allah tak bisa dielakkan. Jadi perempuan mesti menyiapkan diri dengan memberdayakan diri. Dulu, suami pernah mengusulkan agar saya mengelola tempat makan. Saya memang senang mengolah masakan. Pernah juga jualan lunpia dan pisang karamel dengan menitipkan di beberapa warung di sepanjang alteri dan toko di jalan Dr. Cipto. Sayangnya, karena masih bekerja dan anak-anak masih balita, saya kerepotan menyiapkan snack sebelum jam 6 pagi. Karena saya biasanya menitipkan snack di toko dan warung saat akan ke tempat kerja. Ongkos kirim bisa diirit, hemat waktu pula. Saat itu saya juga membuat Galantin dan menitipkannya di beberapa warung di Pasar Pedurungan kidul. Sebenarnya lumayan banget pendapatan dari usaha sampingan ini. Setiap hari saya memegang uang yang lumayan. Nggak pernah ada kalimat, tanggal tua nggak punya duit, hahhaaa. Karena alasan repot juga, usaha sampingan ini terhenti. Suatu ketika pada tahun 2014, terpikirkan satu niat usaha. Nggak sengaja ngobrol dengan ibu mertua. Saat itu saya, ibu mertua, dan suami dalam perjalanan menuju ke Solo. Ibu mertua akan berkunjung ke rumah kakaknya yang tinggal di Boyolali. Sementara saya dan suami akan mengurus pekerjaan di Solo. Pulangnya kami akan mampir ke pasar Klewer untuk belanja sajadah. "Udah tahu tempat jualan sajadah itu, Nduk?" Panggilan sayang itu selalu terucap dari mulut Ibu mertua untuk saya. "Sampun, Bu," "Kalo dapat murah kan lumayan ya. Siapa tahu nanti sepulang dari haji, tahun depannya giliran kamu belanja untuk dijual lagi," Ucapan Ibu mertua ini bikin saya dan suami tertawa. "Jangan tertawa, siapa tahu itu rejeki kalian, terutama Wati," Saya langsung mengaminkan doa tulus Ibu. Bertahun setelah itu, Ibu mertua sering mengingatkan kenangan itu. Namun suami memang tidak pernah memaksakan agar saya segera usaha berjualan sajadah dan perlengkapan haji atau umroh. "Terserah Wati aja, Bu. Dia lagi senang nuli, biar aja dia mengerjakan kegiatan yang sesuai hobinya," Ahhh, ucapan paksuami ini bikin hati saya hangat oleh cinta dan kasih sayang. "Nanti akan ada waktunya, kalo memang Wati bisa, pasti ada waktu terbaik," Saya terdiam. Benarkah akan ada waktu terbaik untuk saya memulai usaha? Setiap kali usai shalat memang saya sering menyisipkan doa, ingin bisa berdaya secara ekonomi. Ingin bisa bekerja dari rumah, ingin punya usaha yang bisa saya kelola dari rumah. Namun saya masih belum punya tekad kuat untuk memulai usaha. Rencana Usaha Agar Tetap Berdaya di Masa Depan Sekarang ini nyaris tiap bulan ada teman atau kerabat yang berangkat umroh. Banyak juga dari mereka yang bertanya pada saya, di mana belanja oleh-oleh untuk dibagikan pada tamu sepulang dari umroh. Masuk akal sih kalo mereka bertanya pada saya. Karena saat berangkat haji tahun 2014, hampir 80% oleh-oleh yang saya bagi untuk tamu, saya belanja sendiri. Sisanya belanja di toko yang menyediakan perlengkapan haji dan umroh. Sisanya lagi, saya belanja waktu masih di Makkah. Bagian terbesar oleh-oleh haji, adalah sajadah dan kerudung. Sajadah saya dapatkan dari pasar Klewer waktu itu belum terbakar. Sementara kerudung sebagian besar saya peroleh dengan memesan langsung pada produsennya yang tinggal di daerah Pecangaan, Jepara. Jatuhnya jadi lebih murah. Alasan saya ingin memulai usaha pengadaan oleh-oleh dan perlengkapan haji dan umroh adalah karena udah pengalaman mengusahakannya sendiri. Namun tetap saja yang namanya memulai usaha, harus ada perencanaan matang. Agar nantinya usaha ini berjalan lancar dan tetap berusia panjang alias enggak bangkrut. Photo by Perlengkapan haji kediri Berikut perencanaan yang saya susun bila ingin memulai usaha 1. MODAL Modal tentunya bukan hanya duit. Namun modal di sini menurut saya adalah, kekuatan tekad, yakin, bahwa usaha ini akan saya perjuangkan dengan bersungguh-sungguh. Modal berikutnya adalah tenaga kerja. Saya nggak ingin bekerja sendirian. Saya harus memiliki asisten atau pegawai yang bisa membantu pekerjaan di toko. Seperti melayani pembeli saat saya tidak di rumah. Juga pekerjaan lain sehubungan dengan penjualan barang, menyortir, dan lainnya. Modal berikutnya adalah kekuatan silaturahmi. Karena dengan banyak silaturahmi, saya akan memiliki jaringan pertemanan untuk menebar jala. Artinya, saya menginginkan promosi dari mulut ke mulut tentang usaha yang saya miliki. 2. PROMOSI Sebagai pengusaha saya akan mengutamakan promosi secara aktif dan efektif. Sekarang ini karena era digital, tentu saja saya akan menggunakan sosial media sebagai sarana promosi. Namun saya juga harus aktif berjualan di kegiatan pengajian, manasik, atau pameran yang diadakan di kota Semarang. Tentunya ini diniatkan untuk mengenalkan produk dagangan saya. 3. Barang Berkualitas Kerena tidak ingin mengecewakan konsumen, saya akan menjaga produk dan hanya berjualan barang berkwalitas. Usaha pengadaan oleh-oleh dan perlengkapan haji dan umroh merupakan usaha jual beli sekaligus jasa. Karena menurut saya, usaha ini membantu para jemaah haji dan umroh yang awam urusan perlengkapan untuk ibadan. Tidak semua orang yang akan berangkat haji dan umroh, memahami kebutuhan yang wajib diadakan saat menunaikan ibadah. 4. Toko Offline Karena usaha ini sifatnya ibadah, tentu saja saya ingin rumah saya sebagai tempat produk dipajang. Di samping masih menunggu modal terkumpul, saya sudah mereka-reka bentuk toko sederhana untuk usaha saya. 5. Memiliki Catatan Keuangan Namanya juga usaha, tentunya harus ada pencatatan keuangan yang rapi dan tertib. Karena usaha saya adalah pengadaan barang, tentu harus ada buku pembantu, yaitu kartu atau buku persediaan. Saya yakin nggak bakal kesulitan mengerjakan catatan keuangan dan yang lainnya. Karena saya udah berpengalaman menjadi chief account di sebuah perusahaan distribusi barang import. Paling enggak saya udah tahu arus barang masuk dan keluar, arus uang, serta buku pembantu lainnya. 6. Mengenal Sumber Barang Dagangan Saya harus banyak mencari informasi seputar tempat untuk belanja barang dagangan. Meski beberapa kali udah belanja barang untuk keperluan oleh-oleh haji saat butuh untuk diri sendiri. Namun saya juga belum memegang 100% tempat belanja perlengkapan haji dan umroh. 7. Aktif Mengikuti Seminar Bisnis Sebagai pengusaha kecil yang masih pemula, saya harus banyak belajar dengan mengikuti kelas bisnis. Tentunya untuk mendengar sharing para pakar pengusaha yang sudah berhasil. Pengalaman orang lain merupakan asset untuk menambah modal kita bila ingin memulai usaha. 8. Niatkan Sebagi Ibadah Saya ingin usaha ini merupakan ibadah, buka sekedar komersil. Artinya, ketika ada konsumen yang ingin membeli oleh-oleh maupun perlengkapan haji dan umroh, saya 100% akan membantu. Seperti bila mereka adalah orang yang sudah tua dan tidak ada yang membantu packing. Saya akan membimbing atau mungkin mengerjakannya langsung, packing barang-barang bawaan untuk berangkat haji dan umroh. Tahu sendiri kan, kalo berangkat haji sepertinya semua benda bakal masuk tas. Makanan, pakaian, bahkan pisau, sabun mandi, semua harus masuk tas. Kalo nggak bisa packing dengan benar, bahaya tuh. Bisa berantakan dan tidak efisien. Saya ingin membantu packing ini dengan alasan, tidak semua jemaah mampu mengerjakannya sendiri. Dari pengalaman saya dulu tergabung dalam satu rombongan haji. Ada yang kagum cara saya packing bawaan dalam koper besar dan tas tenteng. Mereka melihat packing pakaian dan perlengkapan dalam kedua tas saya terlihat rapi dan efisien. Bahkan waktu menjelang kepulangan ke tanah air, beberapa minta diajari dan dibantu cara packing seperti milik saya. Karena niatnya ibadah, bantuan packing ini tidak akan saya kenakan tarif. Bisa membantu mereka packing, tentunya merupakan kebahagiaan kecil bagi saya. 9. Jalani Usaha Sebagai Kesenangan Usaha yang saya jalankan kelak, harus menjadi kesenangan dan sumber kebahagiaan. Bukan malah membebani. Tentunya semua kegiatan harus saya jalani dengan hati ringan dan riang. Apabila bekerja dengan hati senang, tentunya akan menjadi modal tersendiri. Tubuh saya tetap akan sejahtera, karena rasa senang. Bukannya menjadi sakit karena stres mikirin usaha. 10. Istiqomah Nah, saya sangat berharap bila sudah memulai usaha bisa menjalankannya dengan istiqomah. Enggak hangat hangat tahi ayam. Seperti usaha jualan makanan yang terdahulu. Bagaimana bisa istiqomah? Tentunya saya mesti benar-benar berjuang membesarkan usaha saya dengan ikhtiar dan berdoa. Saya yakin kalo ini benar-benar dijalankan, usaha saya bakal berlangsung lancar. Kesepuluh rencana ini sepertinya mudah ya kalo dituliskan. Namun saya yakin, pelaksanaannya butuh effort luar biasa. Sementara ini saya baru bisa mengumpulkan info seputar tempat saya bisa belanja barang-barang bagus dengan harga kompetitif. Semua saya survey demi mendapatkan barang-barang berkualitas. Meski saya baru bisa survey di kota-kota yang terdekat dengan Semarang. Semoga saya bisa memiliki usaha impian yang diniatkan juga untuk ibadah ini. Dan saya sepantasnya harus berterima kasih kepada dua teman saya, member blogger Gandjel Rel. Mereka adalah pemenang ArisanBlogGandjelRel periode ke 9. Mereka sudah mencanangkan tema yang bikin saya menuliskan impian bisnis ini. Tema Arisan periode 9 adalah Bisnis Rumahan Impianmu. Siapa sih mereka ini? Yang pertama yaitu Wahyu Widyaningrum yang tinggal di daerah Sumowono. Blognya tergolong rajin update dan berisi seputar tips, tentang menulis, kisah inspirasi, resep, dan catatan keseharian. Mba Widya ini juga penulis skenario untuk tayangan TV nasional. Dan seorang lagi adalah Bunsal, yang nama aslinya adalah mba Nanik. Pemilik blog ini sering bikin saya ngiler dengan kisah penjelajahannya di kawasan Lombok. Foto-foto di sosial media miliknya pun sumpah bikin saya nyaris nangis saking pengennya bisa dolan ke Lombok. Semoga saya bisa berkunjung ke Lombok dan foto bareng beliau yang suka jahil ini, aamiin. Lega juga sudah menuliskan Bisnis Pengadaan Oleh-Oleh dan Perlengkapan Haji Serta Umroh. Meski baru sebatas impian, semoga Allah alla Waj'ala mewujudkan dalam bentuk nyata, aamiin. Kalo kalian masih bernasib seperti saya baru sebatas impian, pengen bisnis apa? Sharing yuk, teman. Wassalamualaikum.