UmmuSalamah berkata, "Demi Allah, aku tidak mengetahui ada keluarga dalam Islam yang menderita seperti penderitaan keluarga Abu Salamah. Aku tak melihat orang yang lebih mulia dibanding Utsman bin Thalhah." (Ibnu Hisyam: as-Sirah an-Nabawiyah, 1/468). Akhirnya keluarga ini kembali berkumpul dengan keislaman dan keimanan mereka. dalamsesuatu perkara yang tidak diingini mahupun dalam kehilangan sesuatu. yang disenangi. Menurut Imam Ahmad ibn Hanbal perkataan sabr disebutdalam al-Qur'an pada tujuh puluh tempat. Menurut ijma' ulama', sabr iniwajib dan merupakan sebahagian daripada shukr. Sabr dalam pengertian bahasa adalah "menahan atau bertahan". Sampaikanpula sebuah kabar gembira kepada mereka bahwa mereka juga akan mendapat balasan besar di akhirat berupa surga-surga dan sungai-sungai yang indah di sisi Rabb mereka kelak. keluarga beserta sahabatnya. B. Iman dan Kesabaran Sahabat-sahabat Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam. tentu baginya keridhaan Allah, dan siapa yang murka Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorangpun yang dapat menahannya, dan apa saja yang ditahan oleh Allah maka tidak seorangpun yang sanggup untuk melepaskannya sesudah itu. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." (Fathir: 2) Jadi, mudharat dan manfaat adalah di tangan Allah. Makahakikat pengutusan Nabi 'alaihish shalaatu was salaam adalah menjadi ujian. Sedangkan adanya ujian jelas membutuhkan sikap sabar dalam menghadapinya. Ujian yang ada dengan diutusnya beliau sebagai rasul ialah dengan bentuk perintah dan larangan. Untuk melaksanakan berbagai kewajiban tentu saja dibutuhkan bekal kesabaran. Semuamanusia pasti mempunyai ujian masing-masing. Tidak ada manusia yang tidak pernah tidak mendapat ujian dengan mengalami kesusahan dan kesedihan. Setiap ujian pasti Allah timpakan sesuai dengan kadar kemampuan hamba-Nya untuk menanggungnya karena Allah tidak membebankan hamba-Nya di luar kemampuan hamba-Nya. Sakit manghapuskan dosa-dosa kita Orangmunafik yang mengaku beriman di lisan namun ingkar di dalam hati juga mendapat rahmat dengan diutusnya Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi Wa sallam. Mereka mendapat manfaat berupa terjaganya darah, harta, keluarga dan kehormatan mereka. Mereka pun diperlakukan sebagaimana kaum muslimin yang lain dalam hukum waris dan hukum yang lain. Makahakikat pengutusan Nabi ―alaihish shalaatu was salaam adalah menjadi ujian. Sedangkan adanya ujian jelas membutuhkan sikap sabar dalam menghadapinya. Ujian yang ada dengan diutusnya beliau sebagai rasul ialah dengan bentuk perintah dan larangan. Untuk melaksanakan berbagai kewajiban tentu saja dibutuhkan bekal kesabaran. Merekaterbunuh sementara keimanan dan keislaman tetap kokoh bercokol di dalam hati mereka. Semoga Allah meridhai Sumayyah, anaknya, dan suaminya. Semoga mereka mendapatkan ampunan dari Allah, sebagai yang disabdakan Rasulullah, "Ya Allah, ampunilah keluarga Yasir, dan Engkau telah melakukan itu." Syariatislam tidak akan dihayati dan diamalkan orang kalau hanya diajarkan saja, tetapi harus dididik melalui proses pendidikan nabi sesuai ajaran Islam dengan berbagai metode dan pendekatan dari satu segi kita lihat bahwa pendidikan islam itu lebih banyak ditujukan kepada perbaikan sikap mental yang akan terwujud dalam amal perbuatan baik bagi keperluan diri sendiri maupun orang lain. 729H6P. Tahukah kalian, siapa wanita pertama yang syahid dijalan Allah..? Ya dia bernama SUmayyah binti Hayyat. Kisah perjuangannya dalam islam sangat luar biasa, terutama dalam mempertahankan keimanan dan keislamanya. Sumayyah dan keluarganya juga termasuk kategori orang-orang yang memeluk islam pertama kali atau istilahnya disebut Assabiqunal Awwalun. Lalu seperti apa kisah luar biasa yang dialami Sumayyah..? Berikut kisah selengkapnya SUMAYYAH WANITA SYAHID PERTAMA DALAM SEJARAH ISLAM Awalnya Sumayyah adalah seorang wanita budak dari Abu Hudzaifah. Kemudian Sumayyah dinikahkan majikanya dengan seorang tamu bernama Yasir bin Amir yang berasal dari negeri yaman. Dari pernikahan itu keduanya dianugerahi Allah dua buah hati yang bernama Ammar dan Ubaidillah. Setelah itu Sumayyah dimerdekakan oleh sang majikan yaitu Abu Hudzaifah. Kemudian, setelah majikanya wafat, Yasir dan sumayyah berada dibawah perlindungan bani Makhzum. Keluarga sumayyah hidup Bahagia meskipun berada dalam banyak keterbatasan. Hari berganti bulan, bulan berganti tahun, Putra Sumayyah yang bernama Ammar bin Yasir juga beranjak dewasa. Waktu itu bertepatan juga dengan Datangnya Ajaran islam yang dibawa Rasulullah SAW. Ammar merasa penasaran, ia lalu berkunjung kepada Rasulullah di rumah Arqam untuk mendengar langsung tentang ajaran islam. Dari sinilah Ammar merasa Takjub dengan Penjelasan Nabi Muhammad SAW, dan akhirnya ia berikrar syahadat dan masuk Agama islam. Hati Ammar sangat terketuk untuk memperjuangkan Ajaran Allah dan Rasulnya. Sepulang dari Arqam, Ammar lalu pulang menuju rumah kedua orang tuanya. Setelah sampai, ia lalu memberikan kabar gembira akan datangnya Ajaran islam yang Haq. Ammar memberikan banyak informasi ajaran islam kepada Kedua orang tuanya. Ajaran yang dibawan Nabi Muhammad SAW benar-benar sungguh luar biasa. Mendengar penjelasan puteranya, Ayah dan Ibu Ammar yaitu Yasir dan SUmayyah akhirnya Terbuka hatinya. Mereka lalu ikut berikrar syahdat, lalu masuk agama islam dan menjadi seorang muslim & Muslimah. waktu itu, orang-orang islam tidak secara terang menyatakan dirinya telah masuk islam, mereka banyak yang menyembunyikan keimanan dan islamnya. Hal ini dilakukan untuk menghindari segala ancaman dan kezaliman yang dilakukan orang-orang kafir yang membenci dan menolak ajaran Islam yang dibawa Rasulullah SAW. Orang-orang kafir memang lebih menyukai agama leluhurnya, yaitu suka menyembah berhala dan melakukan banyak kemusyrikan. Agama islam yang masih lemah dan masih memiliki sedikit pengikut, jelas akan sangat rentan terhadap ancaman orang-orang kafir. Namun Suatu hari orang-orang kafir mendengar akan mulai banyaknya orang yang masuk islam dan menjadi pengikut Rasulullah SAW. Tidak terkecuali masuk islamnya keluarga sumayyah dan Bani Makhzum. Mendengar Berita itu, Emosi Kaum kafir Qurasih lalu meledak. Mereka sangat marah kepada keluarga Sumayyah. Mereka kemudian pergi menuju rumah Sumayyah untuk menagkapnya. Setelah sampai, orang-orang kafir qurasih lantas menangkap dan menyeret keluarga sumayyah . Sumayyah diseret kemuka ummum untuk kemudian disiksa dan dizalimi. Keluarga sumayyah terus disiksa oleh Abu jahal dan orang-orang kafir, hingga mereka bersedia untuk murtad dan meninggalkan ajaran islam. Kekejaman Abu jahal dan pengikutnya semakin menjadi-jadi dikala sumayyah dan keluarganya enggan melepas keislamanya. Abu jahal lantas menusukan tombaknya kearah keluarga sumayyah lalu menyeret mereka hingga berkali-kali. Secara bengis dan kasar, Abu jahal tanpa belas kasih menyeret seraya menyiksa mereka hingga sampai disebuah tanah lapang berbatu. Suami dan anak sumayyah lalu dibakar dibawah panasnya matahari padang pasir. Kedua tangan serta kaki mereka diikat sekencang-kencangnya hingga sulit untuk bergerak. Abu jahal dan orang-orang kafir qurasih lalu bergembira ria, tertawa-tawa atas penyiksaan yang telah mereka lakukan kepada keluarga SUmayyah. Tidak bisa dibayangkan sakitnya penyiksaan itu, Tidak terasa darah terus bercucuran mengalir dari tubuh keluarga sumayyah. Meskipun begitu, Iman keluarga sumayyah masih sangat kuat. Mereka hanya bersabar dan terus mengucapkan kalimat tauhid dan syahadat sebagai bukti keislamanya. Kemudian kabar penyiksaan keluarga sumayah sampai kepada Rasulullah SAW. Rasulullah dan Abu bakar lalu pergi menuju tempat penyiksaan Keluarga sumayyah. Namun Langkah beliau dihalangi oleh orang-orang kafir qurasih. Apalagi jumlah kaum muslim belum begitu banyak dibanding orang-orang kafir qurasih. Jadi meskipun mau melakukan perlawanan, tentu tidak seimbang dan tidak berarti apa-apa. Perjuangan Rasulullah dan orang-orang beriman diawal-awal keislaman benar-benar sangat berat dan menyakitkan. Salah satu titik beratnya adalah harus berhadapan dengan penentangan para kaum kafir. Penyiksaan Abu jahal dan kaum kafir Quraish terhadap Keluarga Sumayyah masih berlanjut. Berbagai ancaman dan siksaan terus diberikan sampai Sumayyah sekeluarga mau murtad dan meninggalkan ajaran islam. Karena masih enggan murtad, Abu Jahal lalu meletakkan baju besi dan batu besar keatas tubuh Suami SUmayyah yaitu Yasir bin Amir. Penyiksaan sadis itu lantas membuat Suaminya Meninggal dunia. Sumayyah sangat sedih kehilangan sang suami tercinta, namun ia sangat bersyukur karena suaminya meninggal dalam kondisi memegang keimanan dan islamnya. Setelah melihat suaminya meninggal, Sumayyah masih tetap bersikukuh mempertahankan keimanananya dan terus menentang permintaan Abu jahal untuk murtad. Sikap Sumayyah ini lantas membuat Abu Jahal semakin Murka dan Marah besar. Abu jahal lalu mengambil tombak dan menusukkan tombak itu kearah kemaluan Sumayyah. Seketika Bugggg, “Allahu Akbar” kata takbir terucap terakhir kalinya dari mulut Sumayyah. Beliau lantas menghembuskan nafas terakhirnya dan meninggal dunia. Beliau wafat dalam kondisi syahid dan menjadi Syuhada Pertama dalam sejarah islam yang berasal dari golongan kaum wanita. Juga Kisah Mukjizat Rasulullah "Berkah Makanan yang Tak Kunjung Habis" Dalam kitab Nisa min Ashri An-Nubuwah, syekh Ahmad Khalil Jama’ah menjelaskan bahwa tidak ada wanita yang mempunyai kesabaran sesabar Sumayyah dalam meneguhhkan tauhid. Bahwan Nabi Muhammad SAW sendiri sampai mendoakan Keluarga Yasir dan Sumayyah “ Wahai keluarga Yasir, Sabar bersabarlah. Sungguh tempat kalian kembali adalah Surga HR. Al Hakim. Doa Rasulullah SAW ini menjadi bukti akan kemulian Keluarga Yasir dan Sumayyah, di mana kelurga itu lebih memilih disiksa dan menderita dari pada harus melepaskan iman dan islamnya. Hal inilah yang menjadikan Sumayyah memperoleh kenikmatan dan derajat mulia di Jannatun Na’im. Subhanallah, Semoga kisah ini bermanfaat. Wallahu A’lamu bishowab. MAKKAH-Sumayyah binti Khayyat Radiyall anha adalah seorang budak wanita milik Hudzaifah bin Mughirah. Dia adalah wanita pertama yang mati syahid syahidah karena mempertahankan keimanan. Aan Wulandari dalam bukunya "Kisah Istimewa Asmaulhusna" menceritakan, Sumayyah menikah dengan seorang pendatang bernama Yasir. Kehidupan mereka sangat miskin dan tidak mempunyai orang yang bisa melindungi mereka. Umayyah dan Yasir hidup di bawah kekuasaan Abu lama, lahirlah salah seorang putra yang bernama Ammar, lalu disusup putra kedua, Ubaidullah. Ammar bin Yasir tumbuh menjadi seorang pemuda yang lurus hatinya. Ketika mendengar dakwah tauhid yang dibawa oleh Muhammad bin Abdullah, Ammar merasa sangat tertarik. Ammar menemui Rasulullah SAW dan tanpa ragu memeluk Islam. Pertemuan dengan Rasulullah SAW diceritakan kepada kedua orangtuanya. Atas kehendak Allah Sumayyah dan Yasir langsung memeluk Islam saat itu juga, mereka sekeluarga pun meninggalkan kesyirikan menuju kepada keesaan saja, masuk Islamnya keluarga yang miskin dan tak punya kekuasaan apa-apa ini menjadi sumber kemarahan tuannya. Abu Hudzaifah dan semua kerabatnya dari bani Makhzum memaksa mereka meninggalkan Yasir tetap berpegang teguh pada agama mereka titik akhirnya, penyiksaan demi penyiksaan pun dilakukan pada mereka titik orang Bani Makhzum mengeluarkan mereka ke padang pasir tatkala keadaan sangat panas menyengat. Mereka menaburi Sumayyah dengan pasir yang sangat panas. "Tak cukup dengan itu, diletakkannya sebongkah batu besar dan berat dan panas di atas dada Sumayyah," hal itu tak membuat keluarga Yasir melepaskan keimanannya. Saat dilakukan penyiksaan mereka menganggungkan nama Allah SWT. "Ahad....Ahad...." itulah yang cuma ya ucapkan titik tak ada rintihan dan teriakan ketika Rasulullah SAW menyaksikan penyiksaan terhadap keluarga Yasir ini. Beliau menengadahkan ke langit dan berseru. "Bersabarlah wahai keluarga Yasir karena sesungguhnya tempat kembali kalian adalah surga."Doa Rasulullah itu menguatkan hati keluarga Yasir ini. Mereka bersabar melewati siksaan demi siksaan dan demi surga yang kesabaran keluarga Yasir ini semua orang semakin barang. Abu Jahal si musuh Allah membunuh Sumayyah dengan kejam. Gugurlah Sumayyah sebagai syahidah di bumi Makkah dan dialah wanita pertama kali mati syahid karena mempertahankan ini dikaitkan dengan Asmaul Husna As Shabuyr yang artinya Maha penyabar. Dalam surag Ali Imran ayat 146 Allah begitu menyukai orang-orang yang dari ayat tersebut kata Aan adalah bahwa Allah Maha Penyabar, Dia menangguhkan siksa bagi hambanya yang berdosa. Dia beri waktu hambanya untuk bertobat. Allah maha suci dari sifat tergesa-gesa, tak ada yang dikerjakannya bila belum tiba waktunya. "Hikmah dari kisah di atas. Sabarlah dalam setiap ujian dan cobaan, Insya Allah ada hikmah dibalik semua itu," katanya. DIALAH Sumayyah binti Khayyat, hamba sahaya dari Abu Hudzaifah bin Mughirah. Beliau dinikahi oleh Yasir, seorang pendatang yang kemudian menetap di Mekkah, sehingga tak ada kabilah yang dapat membelanya, menolongnya, dan mencegah kezaliman atas dirinya. Dia hidup sebatang kara, sehingga posisinya sulit di bawah aturan yang berlaku pada masa jahiliyah. Begitulah Yasir mendapati dirinya menyerahkan perlindungannya kepada Bani Makhzum. Beliau hidup dalam kekuasaan Abu Hudzaifah, yang dia dinikahkan dengan budak wanita bernama Sumayyah, tokoh yang kita bicarakan ini, dan beliau hidup bersamanya serta tenteram bersamanya. Tidak berselang lama dari pernikahannya, lahirnya anak mereka berdua yang bernama Ammar dan Ubaidullah. BACA JUGA Kesabaran Sumayyah binti Khayyath Berbuah Surga Tatkala Ammar hampir menjelang dewasa dan sempurna sebagai seorang laki-laki, beliau mendengar agama baru yang didakwahkan oleh Muhammad bin Abdullah kepada beliau. Berpikirlah Ammar bin Yasir sebagaimana yang dipikirkan oleh penduduk Mekkah, sehingga kesungguhan beliau dalam berpikir dan lurusnya fitrahnya, menggiringnya untuk memeluk dinul Islam. Ammar kembali ke rumah dan menemui kedua orang tuanya dalam keadaan merasakan lezatnya iman yang telah terpatri dalam jiwanya. Beliau menceritakan kejadian yang beliau alami hingga pertemuannya dengan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, kemudian menawarkan kepada keduanya untuk mengikuti dakwah yang baru tersebut. Ternyata, Yasir dan Sumayyah menyahut dakwah yang penuh berkah tersebut dan bahkan mengumumkan keislamannya. Sumayyah pun menjadi orang ketujuh yang masuk Islam. Dari sinilah dimulainya sejarah yang agung bagi Sumayyah binti Khayyat, yang bertepatan dengan permulaan dakwah Islam dan sejak fajar terbit untuk yang pertama kalinya. Bani Makhzum mengetahui akan hal itu, karena Ammar dan keluarganya tidak memungkiri bahwa mereka telah masuk Islam, bahkan mereka mengumumkan keislamannya dengan kuat sehingga orang-orang kafir tidak menanggapinya melainkan dengan pertentangan dan permusuhan. Bani Makhzum segera menangkap keluarga Yasir dan menyiksa mereka dengan bermacam-macam siksaan agar mereka keluar dari din mereka. Mereka memaksa dengan cara mengeluarkan mereka ke padang pasir tatkala keadaannya sangat panas dan menyengat. Mereka membuang Sumayyah ke sebuah tempat dan menaburinya dengan pasir yang sangat panas, kemudian meletakkan di atas dadanya sebongkah batu yang berat. Akan tetapi, tiada terdengar rintihan atau pun ratapan, melainkan ucapan, “Ahad … Ahad ….” Sumayyah binti Khayyat ulang-ulang kata tersebut sebagaimana yang dilakukan oleh Yasir, Ammar, dan Bilal. Suatu ketika, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menyaksikan keluarga muslim tersebut yang tengah disiksa dengan kejam, maka beliau menengadahkan ke langit dan berseru, صَتْرًاآلَ يَاسِرٍفَإِ نِّ مَوْعِدَكُمُ الْجَنَّةُ “Bersabarlah, wahai keluarga Yasir, karena sesungguhnya tempat kembali kalian adalah surga.” Sumayyah binti Khayyat mendengar seruan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam maka beliau bertambah tegar dan optimis. Dengan kewibawaan imannya, dia mengulang-ulang dengan berani, “Aku bersaksi bahwa engkau adalah Rasulullah dan aku bersaksi bahwa janjimu adalah benar.” BACA JUGA Sumayyah binti Khayyat, Teguh sampai Akhir Hayat Begitulah, Sumayyah binti Khayyat telah merasakan kelezatan dan manisnya iman sehingga bagi beliau kematian adalah sesuatu yang remeh dalam rangka memperjuangkan akidahnya. Hatinya telah dipenuhi kebesaran Allah Azza wa Jalla, maka dia menganggap kecil setiap siksaan yang dilakukan oleh para tagut yang zalim; mereka tidak kuasa menggeser keimanan dan keyakinannya, sekalipun hanya satu langkah semut. Sementara Yasir telah mengambil keputusan sebagaimana yang dia lihat dan dia dengar dari istrinya, Sumayyah binti Khayyat pun telah mematrikan dalam dirinya untuk bersama-sama dengan suaminya meraih kesuksesan yang telah dijanjikan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Tatkala para tagut telah berputus asa mendengar ucapan yang senantiasa diulang-ulang oleh Sumayyah binti Khayyat maka musuh Allah Abu Jahal melampiaskan keberangannya kepada Sumayyah dengan menusukkan sangkur yang berada dalam genggamannya kepada Sumayyah binti Khayyat. Terangkatlah nyawa Sumayyah dari raganya yang beriman dan suci bersih. Ia adalah wanita pertama yang syahid dalam Islam. Ia gugur setelah memberikan contoh baik dan mulia bagi kita dalam hal keberanian dan keimanan, beliau telah mengerahkan segala yang beliau miliki dan menganggap remeh kematian dalam rangka memperjuangkan imannya. Ia telah mengorbankan nyawanya, dalam rangka meraih keridhaan Rabbnya. Mendermakan jiwa adalah puncak tertinggi dari kedermawanan. [] Referensi Mereka adalah Para Shahabiyah, Mahmud Mahdi Al-Istanbuli dan Musthafa Abu An-Nashir Asy-Syalabi, Pustaka At-Tibyan, Cetakan ke-10, 2009.