Re Perlukah Berbakti Kepada Orang tua? bisakah diperjelas lagi tentang "bekal kehidupan setelah kematian"? maksudnya agama ya? Dalam Islam, meskipun orang tua bukan seorang muslim, kita tetap harus berlaku baik pada mereka. kalopun orang tua memaksa murtad, kita hanya boleh membangkang dalam perintah murtad itu, selainnya (yg baik-baik) tetap Masihada banyak alasan untuk menghormati orang tua, namun berikut ini adalah beberapa alasan yang terpenting: Perwujudan rasa terima kasih. Jika Anda mengerti pentingnya memiliki orang tua dan Anda bersyukur atasnya, maka cara terbaik untuk menunjukkannya adalah dengan menunjukkan rasa terima kasih. Mereka tidak menginginkan apa-apa dari apa. Berbagaiayat Alquran tentang Berbakti pada Orang Tua. Al-Isra' ayat 23. Luqman ayat 14. An-Nisa ayat 36. Cara Berbakti Kepada Orang Tua. Mendoakan Orang Tua. Bersedekah atas Nama Orang Tua. Melunasi Hutang. 1 Adab terhadap ibubapa Konsep Keibubapaan Kasih sayang merupakan tunggak kepada ketenangan hidup dalam keluarga Ibu bapa ialah org yang paling rapat dgn anak-anak dan merupakan org bertanggungjawab mencari nafkah dan mendidik anak hingga dewasa Pengorbanan ibubapa amat besar. Anak wajib taat kepada ibubapa Dalil al-Quran; Maksudnya: Dan Kami Adabanyak cara yang bisa dilakukan untuk terus berbakti kepada orang Thursday,29 Zulhijjah 1443 / 28 July 2022 Jadwal Shalat. Mode Layar. Al-Quran Digital. Indeks. Networks retizen.id repjabar.co.id repjogja.co.id. Kanal HaditsTentang Berbakti Kepada Orang Tua Youtube Berbakti Kepada Orang Tua Adalah Sebaik Baiknya Pintu Surga Fuady Hadits Tentang Hormat Kepada Orang Tua Dan . Menu. Gambar Islami. Laman Contoh; Gambar Islami. Hadits Berbakti Kepada Orang Tua Singkat. Posted on 5 Mei 2019. SangRaja sangat murka dan menyuruh orang untuk menangkap Juraij dan dihadapkan ke depan sang Raja. Dengan berjalan kaki dan kedua tangan diikat pada leher, Juraij menghadap kepada sang Raja, dengan melewati kerumunan para pelacur. Mereka menyaksikan iring-iringan itu, tetapi Juraij nampak kalem, tenang dan tersenyum. Sadarilah orang tua adalah orang yang paling berjasa dalam hidup kita. Untuk menggugah kesadaran kita, sekali-kali bertanyalah kepada mereka. ร˜Firman Allah, "Dan dirikanlah shalat serta tunaikan zakat". maka barangsiapa yang melakukan shalat namun tidak mengeluarkan zakat maka tidaklah diterima. ร˜ Firman Allah, "Agar kamu bersyukur kepadaku dan kepada kedua orang tua mu". Barang siapa yang bersyukur kepadaku namun tidak bersyukur kepada ibu bapak tentu saja itu akan sia-sia. Foto Freepik. Alasan mengapa kita harus berbakti kepada orang tua selanjutnya yaitu karena mereka sudah membesarkan dan mendidik kita dari kecil hingga dewasa. Ibu mengandung, merawat, dan mendidik buah hatinya dengan penuh kesabaran. Sementara ayah selalu semangat bekerja untuk memenuhi segala kebutuhan tanpa kenal lelah. P6al. BERBAKTI kepada orangtua merupakan bagian etika dalam islam. Berbakti kepada orangtua merupakan fardhu wajib ain bagi setiap umat muslim, meskipun orang tua sendiri adalah non muslim. Dalam Islam, ada keutamaan berbakti kepada orangtua dan menjadi salah satu amalan yang mulia. Kita sebagai umat muslim wajib menghormati dan mentaati setiap perintah dari mereka, selama perintah tersebut tidak bertentangan dengan perintah Allah SWT. Berbakti kepada orangtua merupakan silaturahmi yang paling utama. Berbakti kepada orang tua adalah naluri dan fitrah bagi setiap manusia. Karena dalam setiap jiwanya tertanam rasa cinta dan hormat kepada ibu dan bapaknya. Sebab karena merekalah kita dapat lahir ke dunia. BACA JUGA 10 Hal tentang Pentingnya Berbakti kepada Orangtua Dalam islam juga mengajarkan kita, untuk menghormati orang yang lebih tua dan mencintai orang yang lebih muda usianya. Bukan hanya itu, islam juga menganjurkan dalam setiap kegiatan hendaklah mendahulukan orang-orang yang lebih tua usianya dari kita, karena dijelaskan dalam Al-Qurโ€™an bahwa menghormati orang yang lebih tua termasuk salahsatu bukti mengagungkan Allah SWT. Dan Rasulullah SAW juga mengatakan bahwasannya orang yang tidak menghormati yang lebih tua dan menyayangi yang lebih kecil, mereka bukanlah dari golongan kami. Seperti sabda Rasulullah SAW. Yang di riwayatkan dalam hadis At-Tirmidzi ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ู…ูู†ูŽู‘ุง ู…ูŽู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฑู’ุญูŽู…ู’ ุตูŽุบููŠุฑูŽู†ูŽุง ูˆูŽูŠููˆูŽู‚ูู‘ุฑู’ ูƒูŽุจููŠุฑูŽู†ูŽุง Ada empat macam keutamaan dalam berbakti kepada orangtua, diantaranya sebagai berikut 1. Keutamaan Berbakti kepada Orangtua Amalan yang paling mulia Dalam salah satu hadits shahih yang diriwayatkan oleh sahabat Masโ€™ud radhiyallahu anhu, Nabi SAW mengatakan berbuat baik kepada kedua orang tua merupakan amalan ibada yang paling dicintai oleh Allah SWT. Seperti dalam hadits ุณูŽุฃูŽู„ู’ุชู ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ุฃูŽูŠูู‘ ุงู„ู’ุฃูŽุนู’ู…ูŽุงู„ู ุฃูŽุญูŽุจูู‘ ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ูุŸ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ุตูŽู‘ู„ูŽุงุฉู ุนูŽู„ูŽู‰ ูˆูŽู‚ู’ุชูู‡ูŽุงยป ู‚ูู„ู’ุชู ุซูู…ูŽู‘ ุฃูŽูŠูŒู‘ุŸ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุซูู…ูŽู‘ ุจูุฑูู‘ ุงู„ู’ูˆูŽุงู„ูุฏูŽูŠู’ู†ูยป ู‚ูู„ู’ุชู ุซูู…ูŽู‘ ุฃูŽูŠูŒู‘ุŸ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุซูู…ูŽู‘ ุงู„ู’ุฌูู‡ูŽุงุฏู ูููŠ ุณูŽุจููŠู„ู ุงู„ู„ู‡ูยป ู‚ูŽุงู„ูŽ ุญูŽุฏูŽู‘ุซูŽู†ููŠ ุจูู‡ูู†ูŽู‘ ูˆูŽู„ูŽูˆู ุงุณู’ุชูŽุฒูŽุฏู’ุชูู‡ู ู„ูŽุฒูŽุงุฏูŽู†ููŠ โ€œAku bertanya kepada Rasulullah SAW. Amalan apakah yang paling dicintai oleh Allah SWT?โ€, Rasul menjawab, โ€œShalat pada awal waktunya.โ€ โ€œkemudian apa lagi?โ€ Rasul menjawab, โ€œBerbakti kepada kedua orang tua.โ€ โ€œkemudian apa lagi?โ€ Rasul menjawab โ€œFi Sabilillah.โ€ HR. Bukhari, Muslim, Ahmad, dan Nasai. BACA JUGA Berbakti Kepada Orang Tua 2. Keutamaan Berbakti kepada Orangtua Sebab diampuninya dosa Allah telah menjanjikan ampunan atas dosa-dosa kepada seorang hambanya yang berbakti kepada orang tua. Seperti firman Allah SWT dalam Al-Qurโ€™an Surat Al-Ahqaf 15-16 โ€œDan kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah pula. Masa mengandung dan menyapihnya selama tiga puluh bulan, sehingga apabila dia anak itu telah dewasa dan umurnya telah mencapai 40 tahun dia berdoa. Ya Tuhanku, berilah aku petunjuk agar aku bisa dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah engkau limpahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan agar aku dapat berbuat kebajikan yang engkau ridhai, dan berilah aku kebaikan yang akan mengalir sampai kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sungguh, aku termasuk orang muslimโ€™. Mereka itulah orang-orang yang kami terima amal baiknya yang telah mereka kerjakan dan orang-orang yang kami maafkan kesalahan-kesalahannya, mereka juga akan menjadi penghini-penghuni surga. Itu janji yang benar yang telah dijanjikan kepada mereka.โ€ BACA JUGA Tetap Berbakti kepada Orang Tua yang Sudah Meninggal, Ini Doanya 3. Keutamaan Berbakti kepada Orangtua Penyebab masuknya seseorang ke surga Kedua orang tua merupakan salah satu pintu menuju surga, bahkan pintu surga ysng psling pertengahan. Maka berbuat baiklah dan berbaktilah kepada kedua orang tua, karena allah telah menjamin surga untuknya. Foto Freepik Sabda Rasulullah SAW; โ€œOrang tua merupakan pintu surga paling pertengahan, jika engkau mampu maka tetapilah atau jagalah pintu tersebut.โ€ HR. Ahmad. 4. Keutamaan Berbakti kepada Orangtua Diberi kemudahan rezeki dan umur panjang Anak yang senantiasa selalu berbuat baik dan berbakti kepada kedua orang tuanya, akan memperoleh keberkahan hidupnya berupa umur yang panjang dan kemudahan rezekinya. Seperti yang dikabarkan oleh Rasulullah SAW dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan dishahihkan oleh Syaikh Syuโ€™aib al-ArnauthDari Annas bin Malik radhiyallahu anhu. Rasulullah SAW bersabda; โ€œSiapa yang ingin dipanjangkan umurnya dan ditambahkan rezekinya, maka hendaknya ia berbakti kepada kedua orang tuanya dan menyambung silaturrahim kekerabatan.โ€ HR. Ahmad. [] SUMBER REDAKTUR SITI JULAEHA Pidato singkat bahasa arab tentang berbakti kepada orang tua / birrul walidain disertai arti dan harokat lengkap dengan judul Wujubu Birril Walidain / Kewajiban Berbakti Kepada Orang Tuaโ€™ Tema tentang berbakti kepada orang tua merupakan tema yang paling banyak menjadi bahan pidato. Berikut pidato selengkapnya tentang kewajiban berbakti kepada orang tua dalam Islam. Kewajiban Berbakti Kepada Orang Tua ูˆูุฌููˆู’ุจู ุจูุฑูู‘ ุงู’ู„ูˆูŽุงู„ูุฏูŽูŠู’ู†ู Muqoddimah Pidato ุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ูู„ูŽู‘ู‡ู ุฑูŽุจูู‘ ุงู„ู’ุนูŽุงู„ูŽู…ููŠู†ูŽุŒ ูˆูŽุจูู‡ู ู†ูŽุณู’ุชูŽุนููŠู’ู†ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูู…ููˆุฑู ุงู„ุฏูู‘ู†ู’ูŠูŽุง ูˆูŽุงู„ุฏูู‘ูŠู†ูุŒ ูˆูŽุงู„ุตูŽู‘ู„ุงูŽุฉู ูˆูŽุงู„ุณูŽู‘ู„ุงูŽู…ู ุนูŽู„ู‰ูŽ ุฃูŽุดู’ุฑูŽูู ุงู„ู€ู…ูุฑู’ุณูŽู„ููŠู†ูŽ ูˆูŽุนูŽู„ู‰ูŽ ุขู„ูู‡ู ูˆูŽุตูŽุญู’ุจูู‡ู ุฃูŽุฌู’ู€ู…ูŽู€ุนููŠู†ูŽุŒ ุฃูŽู…ูŽู‘ุง ุจูŽุนู’ุฏู Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam. Kepada-Nya kami memohon pertolongan dalam semua urusan dunia dan agama. Shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Rasul paling mulia, keluarganya dan seluruh sahabatnya. Adapun sesudah itu Lainnya Mukadimah Bahasa Arab Beserta Artinya Isi Pidato ุฃูŽูŠูู‘ู‡ูŽุง ุงู„ุฅูุฎู’ูˆูŽุฉู ุงู„ูƒูุฑูŽุงู…ู ู„ูู†ูŽุชูŽุฏูŽุจูŽู‘ุฑู’ ู‚ูŽูˆู’ู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุชุนุงู„ู‰ ๏ดฟูˆูŽู‚ูŽุถูŽู‰ ุฑูŽุจูู‘ูƒูŽ ุฃูŽู„ูŽู‘ุง ุชูŽุนู’ุจูุฏููˆุง ุฅูู„ูŽู‘ุง ุฅููŠูŽู‘ุงู‡ู ูˆูŽุจูุงู„ู’ูˆูŽุงู„ูุฏูŽูŠู’ู†ู ุฅูุญู’ุณูŽุงู†ู‹ุง ุฅูู…ูŽู‘ุง ูŠูŽุจู’ู„ูุบูŽู†ูŽู‘ ุนูู†ู’ุฏูŽูƒูŽ ุงู„ู’ูƒูุจูŽุฑูŽ ุฃูŽุญูŽุฏูู‡ูู…ูŽุง ุฃูŽูˆู’ ูƒูู„ูŽุงู‡ูู…ูŽุง ููŽู„ูŽุง ุชูŽู‚ูู„ู’ ู„ูŽู‡ูู…ูŽุง ุฃูููู‘ ูˆูŽู„ูŽุง ุชูŽู†ู’ู‡ูŽุฑู’ู‡ูู…ูŽุง ูˆูŽู‚ูู„ู’ ู„ูŽู‡ูู…ูŽุง ู‚ูŽูˆู’ู„ู‹ุง ูƒูŽุฑููŠู…ู‹ุง * ูˆูŽุงุฎู’ููุถู’ ู„ูŽู‡ูู…ูŽุง ุฌูŽู†ูŽุงุญูŽ ุงู„ุฐูู‘ู„ูู‘ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุฑูŽู‘ุญู’ู…ูŽุฉู ูˆูŽู‚ูู„ู’ ุฑูŽุจูู‘ ุงุฑู’ุญูŽู…ู’ู‡ูู…ูŽุง ูƒูŽู…ูŽุง ุฑูŽุจูŽู‘ูŠูŽุงู†ููŠ ุตูŽุบููŠุฑู‹ุง๏ดพ ููŽูŠูŽุง ุฃูŽูŠูู‘ู‡ูŽุง ุงู„ู’ุฅูุฎู’ูˆูŽุฉู ุงู„ูƒูุฑูŽุงู…ู ู…ูู…ูŽู‘ุง ูŠูŽุฌูุจู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ูˆูŽู„ูŽุฏู ุชูุฌูŽุงู‡ูŽ ูˆูŽุงู„ูุฏูŽูŠู’ู‡ูุŒ ุฃูŽู†ู’ ูŠูุฎูŽุงุทูุจูŽู‡ูู…ูŽุง ุจูุงู„ู’ู‚ูŽูˆู’ู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ูŠูู‘ู†ูุŒ ูˆูŽุงู„ู’ูƒูŽู„ูŽุงู…ู ุงู„ู„ูŽู‘ุทููŠููุŒ ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูŽุฑู’ููŽุนูŽ ุตูŽูˆู’ุชูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ูŽุงุŒ ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูุฎูŽุงุทูุจูŽู‡ูู…ูŽุง ุจูุงู„ู’ุนูุจูŽุงุฑูŽุงุชู ุงู„ู’ุญูŽุงุฏูŽู‘ุฉูุŒ ูˆูŽุงู„ู’ูƒูŽู„ูู…ูŽุงุชู ุงู„ู†ูŽู‘ุงุจููŠูŽุฉูุŒ ูˆูŽุงู„ู’ุบูู„ู’ุธูŽุฉู ูˆูŽุงู„ุดูู‘ุฏูŽู‘ุฉูุŒ ููŽู‡ูŽุฐูŽุง ู…ูุญูŽุฑูŽู‘ู…ูŒ ุดูŽุฑู’ุนู‹ุงุŒ ูˆูŽู‡ููˆูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุนูู‚ููˆู‚ู ูŠูŽุฌูุจู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู†ูŽุง ุฃูŽู†ู’ ู†ูŽุนู’ู„ูŽู…ูŽ ุฃูŽู†ูŽู‘ ุงู„ู’ูˆูŽุงู„ูุฏูŽูŠู’ู†ู ู‡ูู…ูŽุง ู…ูู†ู’ ุฃูŽู…ูŽู†ูู‘ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ูˆูŽู„ูŽุฏู ุจูŽุนู’ุฏูŽ ุณูŽูŠูู‘ุฏูู†ูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ูู‡ู ูˆูŽุตูŽุญู’ุจูู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽุŒ ููŽุฅูุฐูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ุงู„ู’ุฅูู†ู’ุณูŽุงู†ู ูŠูŽุฌูุฏู ููŠ ู†ูŽูู’ุณูู‡ู ุงุฒู’ุฏูุฑูŽุงุกู‹ ูˆูŽุงุญู’ุชูู‚ูŽุงุฑู‹ุง ู„ููˆูŽุงู„ูุฏูŽูŠู’ู‡ูุŒ ุฃูŽูˆ ุนูŽุฏูŽู…ูŽ ุนูู†ูŽุงูŠูŽุฉู ุจูุฃูŽู…ู’ุฑูู‡ูู…ูŽุง ูˆูŽุดูŽุฃู’ู†ูู‡ูู…ูŽุงุŒ ุฃูŽูˆ ู†ูŽู‚ู’ุตู‹ุง ููŠ ุงุญู’ุชูุฑูŽุงู…ูู‡ูู…ูŽุงุŒ ุฃูŽูˆ ุนูŽุฏูŽู…ูŽ ู†ูŽุตููŠุญูŽุฉู ู„ูŽู‡ูู…ูŽุงุŒ ุฃูŽูˆ ุจูุฑูู‘ ุจูู‡ูู…ูŽุงุŒ ููŽู‡ููˆูŽ ู…ูุจู’ุชูŽู„ู‹ู‰ ุจูู…ูŽุฑูŽุถู ุนูุถูŽุงู„ู ููŠ ุงู„ุชูŽู‘ุนูŽุงู…ูู„ู ู…ูŽุนูŽ ุงู„ู’ูˆูŽุงู„ูุฏูŽูŠู’ู†ู ูˆูŽู‡ูŽุฐูŽุง ุงู„ู’ู…ูŽุฑูŽุถู ู‡ููˆูŽ ุงู„ูŽู‘ุฐููŠ ูŠูุณูŽู…ูŽู‘ู‰ ุจูุงู„ู’ุนูู‚ููˆู‚ูุŒ ูˆูŽุตูŽุงุญูุจูู‡ู ู„ูŽุง ูŠูŽุฏู’ุฎูู„ู ุงู„ู’ุฌูŽู†ูŽู‘ุฉูŽ ุงุจู’ุชูุฏูŽุงุกู‹ุŒ ุฃูŽูˆ ู„ูŽุง ูŠูŽุฏู’ุฎูู„ู ุงู„ู’ุฌูŽู†ูŽู‘ุฉูŽ ุฃูŽุจูŽุฏู‹ุง ู„ูŽุง ู‚ูŽุฏูŽู‘ุฑูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ ุฅูู†ู ุงุณู’ุชูŽุญูŽู„ูŽู‘ ุนูู‚ููˆู‚ูŽู‡ูู…ูŽุงุŒ ู„ูุฃูŽู†ูŽู‘ู‡ู ุณูŽูŠูŽู…ููˆู’ุชู ู„ูŽุง ู‚ูŽุฏูŽู‘ุฑูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ ุนูŽู„ูŽู‰ ุณููˆุกู ุงู„ู’ุฎูŽุงุชูู…ูŽุฉูุŒ ูˆูŽุฐูŽู„ููƒูŽ ู„ูู‚ูŽูˆู’ู„ู ุณูŽูŠูู‘ุฏูู†ูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ูู‡ู ูˆูŽุตูŽุญู’ุจูู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ู„ูŽุง ูŠูŽุฏู’ุฎูู„ู ุงู„ู’ุฌูŽู†ูŽู‘ุฉูŽ ุนูŽุงู‚ูŒู‘ยป ุฑูŽูˆูŽุงู‡ู ุงู„ู’ุฅูู…ูŽุงู…ู ุฃูŽุญู’ู…ูŽุฏู ุนูŽู†ู’ ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ู„ู‡ู ุจู’ู†ู ุนูŽู…ู’ุฑููˆ ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ูู…ูŽุง Wahai -saudara-saudara yang mulia! Marilah kita merenungi firman Allah Taโ€™ala Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan โ€œahโ€ dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik. Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, โ€œWahai Tuhanku! Sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil.โ€ [Al-Israโ€™ 23-24] Saudara-saudara yang mulia! Di antara kewajiban seorang anak kepada orang tuanya adalah berbicara kepadanya dengan perkataan yang santun, kalimat yang lembut, tidak meninggikan suaranya kepada mereka berdua dan tidak berbicara kepada mereka dengan ungkapan-ungkapan yang tajam, kata-kata yang tidak pantas, kasar dan keras. Ini diharamkan secara syarโ€™i. Ini termasuk kedurhakaan kepada orang tua. Kita harus tahu bahwa orang tua adalah salah satu orang yang paling aman atas anak-anaknya setelah Sayyiduna Rasulullah ๏ทบ. Bila seseorang mendapati pada dirinya ada sikap merendahkan dan meremehkan kedua orang tuanya atau tidak memperhatikan urusan dan keadaan mereka berdua atau kurang menghormati keduanya atau tidak memberikan nasehat kepada keduanya atau tidak berbakti kepada keduanya maka dia menderita penyakit kronis dalam bergaul dengan kedua orang tuanya. Penyakit ini disebut dengan kedurhakaan. Orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya tidak akan masuk surga secara langsung atau tidak akan masuk surga selamanya bila dia menyatakan halalnya durhaka kepada kedua orang tua. Semoga Allah Taโ€™ala tidak mentakdirkannya. Karena kalau demikian dia akan meninggal dalam keadaan suul khatimah. Semoga Allah Taโ€™ala tidak menakdirkannya. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah ๏ทบ ,โ€Tidak akan masuk surga orang yang durhaka kepada kedua orang tua.โ€ Imam Ahmad meriwayatkan hadits ini dari Abdullah bin Amr radhiyallahu anhuma. Penutup Pidato ุฃูŽูŠูู‘ู‡ูŽุง ุงู„ู’ุฅูุฎู’ูˆูŽุฉู ุงู„ูƒูุฑูŽุงู…ู ุชูŽุฃูŽู…ูŽู‘ู„ููˆุง ู‡ูŽุงุชูŽูŠู’ู†ู ุงู„ู’ุขูŠูŽุชูŽูŠู’ู†ู ุงู„ู’ูƒูŽุฑููŠู…ูŽุชูŽูŠู’ู†ู ุงู„ู„ูŽู‘ุชูŽูŠู’ู†ู ูŠูุจูŽูŠูู‘ู†ู ู„ูŽู†ูŽุง ูููŠู‡ูู…ูŽุง ุฑูŽุจูู‘ู†ูŽุง ุนูŽุฒูŽู‘ ูˆูŽุฌูŽู„ูŽู‘ ูƒูŽูŠู’ููŽ ู†ูŽุชูŽุนูŽุงู…ูŽู„ู ู…ูŽุนูŽ ุฃูŽู‚ู’ุฑูŽุจู ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู ู„ูŽู†ูŽุงุŒ ู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ุณูŽุจูŽุจู‹ุง ููŠ ูˆูุฌููˆุฏูู†ูŽุง ููŠ ู‡ูŽุฐูู‡ู ุงู„ุฏูŽู‘ุงุฑู ุจูŽุนู’ุฏูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽุฒูŽู‘ ูˆูŽุฌูŽู„ูŽู‘ ุฃูŽุณู’ุฃูŽู„ู ุงู„ู„ู‡ูŽ ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ ุฃูŽู†ู’ ู„ูŽุง ูŠูŽุญู’ุฑูู…ูŽู†ูŽุง ุงู„ู’ุฃูŽุฏูŽุจูŽ ู…ูŽุนูŽู‡ูู…ูŽุง ุฃูŽุญู’ูŠูŽุงุกู‹ ูˆูŽู…ูŽูŠู’ุชููŠู†ูŽ. ุขู…ูŠู† Saudara-saudara yang mulia! Perhatikanlah kedua ayat mulia ini yang di dalamnya Allah Azza wa Jalla menjelaskan kepada kita bagaimana bergaul dengan orang yang paling dekat dengan diri kita yang telah menjadi sebab keberadaan kita di dunia ini setelah Allah Azza wa Jalla. Saya memohon kepada Allah Taโ€™ala agar Allah tidak menghalangi kita dari beradab terhadap kedua orang tua saat masih hidup maupun setelah mereka meninggal. Amin.[i] Pidato Bahasa Arab Tentang Berbakti Kepada Orang Tua ini ditulis oleh Tim Produsen Jam Digital Masjid. Kami memproduksi aneka Jam Waktu Sholat Elektronik untuk masjid dan mushola, institusi pemerintah, pabrik, sekolah, rumah sakit, klinik, Lembaga Pendidikan dan lainnya. [i] dengan diringkas. keyword teks naskah kultum ceramah pidato khitobah muhadhoroh bahasa arab tentang berbakti kepada orang tua birrul walidain Tidak berlebihan jika kita katakan bahwa akal sehat dan semua agama pasti setuju bahkan menganjurkan orang untuk berbuat baik dan berbakti kepada orang tuanya. Karena betapa besarnya jasa orang tua yang melahirkan, merawat dan mendidik seseorang hingga dewasa. Di dalam Islam, kedudukan berbakti kepada orang tua bukan hanya sekedar balas budiโ€™, namun juga sebuah amalan mulia yang agung kedudukannya di hadapan Allah Subhanahu Wa Taโ€™ala. Perintah Berbakti Kepada Orang Tua Birrul walidain atau berbakti kepada orang tua adalah hal yang diperintahkan dalam agama. Oleh karena itu bagi seorang muslim, berbuat baik dan berbakti kepada orang tua bukan sekedar memenuhi tuntunan norma susila dan norma kesopanan, namun juga memenuhi norma agama, atau dengan kata lain dalam rangka menaati perintah Allah Taโ€™ala dan Rasul-Nya shallallahu alaihi wa sallam. Allah Taโ€™ala berfirman yang artinya โ€œSembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tuaโ€ QS. An Nisa 36. Perhatikanlah, dalam ayat ini Allah Taโ€™ala menggunakan bentuk kalimat perintah. Allah Taโ€™ala juga berfirman yang artinya โ€œKatakanlah โ€œMarilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu, yaitu janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang tua..โ€QS. Al Anโ€™am 151. Dalam ayat ini juga digunakan bentuk kalimat perintah. Allah juga berfirman yang artinya โ€œDan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknyaโ€ QS. Al Isra 23. Di sini juga digunakan bentuk kalimat perintah. Birrul walidain juga diperintahkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Ketika beliau ditanya oleh Abdullah bin Masโ€™ud radhiyallahu anhu โ€œAmal apa yang paling dicintaiAllah Azza Wa Jalla?โ€. Nabi bersabda โ€œShalat pada waktunyaโ€. Ibnu Masโ€™ud bertanya lagi โ€œLalu apa lagi?โ€.Nabi menjawab โ€œLalu birrul walidainโ€. Ibnu Masโ€™ud bertanya lagi โ€œLalu apa lagi?โ€. Nabi menjawab โ€œJihad fi sabilillahโ€. Demikian yang beliau katakan, andai aku bertanya lagi, nampaknya beliau akan menambahkan lagi HR. Bukhari dan Muslim. Dengan demikian kita ketahui bahwa dalam Islam, birrul walidain bukan sekedar anjuran, namun perintah dari Allah dan Rasul-Nya, sehingga wajib hukumnya. Sebagaimana kaidah ushul fiqh, bahwa hukum asal dari perintah adalah wajib. Kedudukan Berbakti Kepada Orang Tua Sebagaimana telah kami sampaikan, berbakti kepada orang tua dalam agama kita yang mulia ini, memiliki kedudukan yang tinggi. Sehingga berbakti kepada orang tua bukanlah sekedar balas jasa, bukan pula sekedar kepantasan dan kesopanan. Poin-poin berikut dapat menggambarkan seberapa pentingnya birrul walidain bagi seorang muslim. [1] Perintah birrul walidain setelah perintah tauhid Kita tahu bersama inti dari Islam adalah tauhid, yaitu mempersembahkan segala bentuk ibadah hanya kepada Allah semata. Tauhid adalah yang pertama dan utama bagi seorang muslim. Dan dalam banyak ayat di dalam Al Qurโ€™an, perintah untuk berbakti kepada orang tua disebutkan setelah perintah untuk bertauhid. Sebagaimana pada ayat-ayat yang telah disebutkan. Ini menunjukkan bahwa masalah birrul walidain adalah masalah yang sangat urgen, mendekati pentingnya tauhid bagi seorang muslim. [2] Lebih utama dari jihad fi sabililah Sebagaimana hadits Abdullah bin Masโ€™ud yang telah disebutkan. Juga hadits tentang seorang lelaki yang meminta izin kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam untuk pergi berjihad, beliau bersabda โ€œApakah orang tuamu masih hidup?โ€. Lelaki tadi menjawab โ€œIyaโ€. Nabi bersabda โ€œKalau begitu datangilah kedunya dan berjihadlah dengan berbakti kepada merekaโ€ HR. Bukhari dan Muslim. Namun para ulama memberi catatan, ini berlaku bagi jihad yang hukumnya fardhu kifayah. [3] Pintu surga Surga memiliki beberapa pintu, dan salah satunya adalah pintu birrul walidain. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda โ€œKedua orang tua itu adalah pintu surga yang paling tengah. Jika kalian mau memasukinya maka jagalah orang tua kalian. Jika kalian enggan memasukinya, silakan sia-siakan orang tua kalianโ€ HR. Tirmidzi, ia berkata โ€œhadits ini shahihโ€ [4] Ridha Allah sejalan dengan ridha orang tua Ridha orang tua mendatangkan ridha Allah Taโ€™ala selama bukan dalam maksiat kepada Allah. Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda โ€œRidha Allah bersama dengan ridha orang tua, murka Allah bersama dengan murka orang tuaโ€ HR. At Tirmidzi. Dinilai hasan oleh Al Albani [5] Durhaka kepada orang tua adalah dosa besar Betapa pentingnya birrul walidain, sampai-sampai durhaka kepada orang tua dianggap sebagai dosa besar di sisi Allah. Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda โ€œMaukah ku kabarkan kepada kalian dosa-dosa yang paling besar?โ€ kemudian beliau menyebutkan beberapa hal, salah satunya adalah durhaka kepada orang tua HR. Bukhari dan Muslim [6] Lalai dari birrul walidain, mendapat laknat Allah Suatu ketika Rasulullah shallallahu โ€™alaihi wa sallam naik mimbar lalu bersabda Amin, Amin, Aminโ€™. Para sahabat bertanya โ€œKenapa engkau berkata demikian, wahai Rasulullah?โ€ Kemudian beliau bersabda, โ€œBaru saja Jibril berkata kepadaku Allah melaknat seorang hamba yang melewati Ramadhan tanpa mendapatkan ampunanโ€™, maka kukatakan, Aminโ€™, kemudian Jibril berkata lagi, Allah melaknat seorang hamba yang mengetahui kedua orang tuanya masih hidup, namun tidak membuat si anak masuk Jannah karena tidak berbakti kepada mereka berduaโ€™, maka aku berkata Aminโ€™. Kemudian Jibril berkata lagi. Allah melaknat seorang hamba yang tidak bershalawat ketika disebut namamuโ€™, maka kukatakan, Aminโ€.โ€ HR. Ahmad. Al Aโ€™zhami berkata Sanad hadits ini jayyid Kedudukan Ibu Setelah kita mengetahui betapa pentingnya berbakti kepada orang tua, maka ketahuilah bahwa diantara kedua orang tua, berbakti kepada ibu memiliki keutamaan dan urgensi yang lebih. Suatu ketika Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam ditanya โ€œWahai Rasulullah, siapa yang paling berhak untuk aku perlakukan dengan baik?โ€. Nabi menjawab โ€œIbumuโ€. Lelaki tadi bertanya lagi โ€œlalu siapaโ€. Nabi menjawab โ€œIbumuโ€. Lelaki tadi bertanya lagi โ€œlalu siapaโ€. Nabi menjawab โ€œIbumuโ€. Lelaki tadi bertanya lagi โ€œlalu siapaโ€. Nabi menjawab โ€œAyahmuโ€ HR. Bukhari dan Muslim. Dalam riwayat Muslim, Nabi menjawab โ€œIbumu, lalu ayahmu, lalu saudara perempuanmu, lalu saudara laki-lakimu, lalu setelahnya, lalu setelahnyaโ€. Ini semua menunjukkan kedudukan ibu lebih utama untuk ditunaikan haknya dan berbakti kepadanya. Ini juga menunjukkan bahwa sikap terbaik yang kita miliki, hendaknya ditampakkan kepada orang tua kita terutama kepada ibu. Kesalahan besar jika kita berakhlak baik kepada teman sejawat, atasan, atau rekan kerja namun berakhlak kurang baik terhadap orang tua. Bentuk-Bentuk Berbakti Kepada Orang Tua Sesuai namanya, birrul walidain, maka ia mencakup semua hal yang termasuk al birr kebaikan. Segala bentuk akhlak mulia terhadap orang tua, menjaga mereka, membantu mereka, menolong mereka, membimbing mereka, menasehati mereka jika salah, ini semua termasuk birrul walidain. Namun diantara semua kebaikan, ada beberapa yang lebih ditekankan dalam birrul walidain [1] Taโ€™at dan patuh Permintaan, perintah, panggilan dan perkataan orang tua hukum asalnya wajib dipatuhi selama dalam perkara yang maโ€™ruf tidak melanggar aturan agama. Sebagaimana kisah Juraij, seorang ahli ibadah. Suatu ketika Juraij sedang shalat sunnah, ibunya memanggilnya, namun ia tidak memenuhi panggilan ibunya. Hal ini terjadi sampai tiga kali. Hingga ibunya berdoa โ€œYa Allah jangan matikan ia sampai ia melihat wajah seorang pelacurโ€. Dan Allah mengabulkan doanya, Allah menakdirkan ia bertemu dengan pelacur yang diutus untuk menggodanya dan akhirnya membuat ia dituduh berzina HR. Bukhari. Dari kisah ini para ulama mengatakan bahwa menaati, memenuhi permintaan dan panggilan orang tua adalah wajib. [2] Bertutur kata yang baik dan lemah lembut Allah Taโ€™ala berfirman yang artinya โ€œDan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan โ€œahโ€ dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang muliaโ€ QS. Al Isra 23 Para ulama mengatakan kata ahโ€™ dalam ayat ini adalah contoh bentuk gangguan yang paling ringan. Dalam budaya kita contohnya seperti perkataan huh, aduh, dan semacamnya. Perkataan yang demikian itu teranggap sebagai bentuk durhaka kepada orang tua. Terlebih lagi yang berupa bentakan, atau bahkan celaan dan hinaan kepada orang tua. Walโ€™iyadzu billah. รƒโ€šร‚ [3] Tawadhuโ€™ Seorang anak hendaknya merendahkan dirinya dihadapan orang tua, sekalipun ia orang terpandang atau orang yang memiliki kedudukan. Allah Taโ€™ala berfirman yang artinya โ€œDan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah โ€œWahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecilโ€โ€ QS. Al Isra 24 [4] Memberi nafkah harta bila orang tua miskin Orang tua hendaknya memiliki penghidupan sendiri dari hasil kerjanya. Namun bila ia miskin, ia memiliki hak dari harta anaknya untuk penghidupannya. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda โ€œEngkau dan hartamu adalah miliki ayahmu. Sesungguhnya makanan yang paling baik adalah yang merupakan hasil kerjamu. Dan sesungguhnya harta anak-anakmu juga adalah hasil kerjamu, maka makanlah darinya jangan raguโ€ HR. Ahmad dan Ibnu Majah, dinilai shahih oleh Al Albani. Para ulama menjelaskan hadits ini, bahwa bukan berarti harta anak menjadi milik ayah, namun seorang anak hendaknya tidak keluar dari pendapat ayahnya dalam penggunaan harta Fiqhut Taโ€™amul, 130 Demikian paparan yang singkat ini. Semoga menggugah hati kita bahwa selama ini salah satu kunciรƒโ€šร‚ surga ada di dekat kita, yaitu orang tua kita sendiri. Semoga Allah menolong kita untuk menjadi anak yang berbakti kepada mereka dan mengumpulkan kita bersama mereka di surga-Nya. [Yulian Purnama,